Sabtu, September 17, 2011
Republika/Aditya Pradana Putra
CEO PT Liga Prima Indonesia Widjajanto dan Executive Chairman Broadway Media Datuk Syed Ahmad Khalid menandatangani nota kesepahaman (MOU) kerjasama dengan disaksikan Ketua Umum PSSI Djohar Arifin, Menteri Pemuda dan Olah Raga RI Andi Mallarangeng, di Gelo
PSSI Beri Prioritas pada ANTV Selaku Penyiar Liga
Kamis, 15 September 2011 16:44 WIB
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PSSI tetap memberikan proritas pada ANTV selaku stasiun televisi resmi yang akan menayangkan tayangan Liga Indonesia. PSSI terikat pada kontrak yang berdurasi 10 tahun terhitung mulai musim kompetisi 2007 hingga 2017.
"Kita harus patuh dengan apa yang buat oleh pengurus yang lalu dengan ANTV," ujar Djohar Arifin kepada sejumlah wartawan di sela-sela penandatanganan kerjasama penyiaran Liga Indonesia dengan stasiun penyiaran televisi Malaysia Brodway Media.
Walau begitu, dia tetap akan menegoisasikan sejumlah hal detail terkait kontrak, termasuk kesepakatan apakah ANTV akan memegang penuh dua wilayah atau akan dibagi dengan stasiun televisi lain. "Cuma perlu ada negosiasi, Pak Nirwan sangat terbuka, kita akan membahas lagi," ujarnya di Stadion Utama GBK, Kamis (15/9).
Dia menegaskan, stasiun televisi lain masih mungkin menyiarkan liga asalkan menjalin kesepakatan dengan ANTV. Karenanya dia memberi kesempatan seluas-luasnya pada televisi yang tergabung dalam Viva Grup itu untuk menentukan siapa stasiun televisi yang akan diajak kerjasama.
Dalam kesempatan itu, PSSI telah memastikan kerjasama dengan stasiun telebisi Malaysia yang akan menyiarkan Liga Indonesia. Namun kesepakatan ini tidak lantas menganulir peran ANTV. "Kami tidak memutuskan kontrak dengan ANTV cuma perlu negosiasi," imbuh Djohar.
Terkait liga musim mendatang, Djohar membantah bahwa pihaknya telah menetapkan nama Liga Prima Indonesia (LPI) sebagai nama kompetisi mendatang. LPI diakuinya hanya sebagai nama Perseroan yang akan menglola kompetisi.
"Itu kan nama PT-nya. Nama kompetisinya belum. Mungkin nanti bisa Citibank Competition, entah Bank Mandiri, entah mungkin yang lain. Tapi, PT. Liga Prima-nya diambil dari (kepanjangan) Program Indonesia Emas. Jadi, ini satu jalan dengan program pemerintah itu," jelasnya.
Menyinggung soal format kompetisi, dia mengaku hanya mengikuti arahan AFC. Jika klub yang memenuhi syarat kompetisi sesuai dengan porsi satu wilayah, maka PSSI tidfak akan menyalahi aturan tersebut. Sebaliknya, bila klub yang memenuhi syarat kompetisi berjumlah lebih dari 20, dua wilayahlah yang jadi pilihan.
"Kita harus patuh dengan apa yang buat oleh pengurus yang lalu dengan ANTV," ujar Djohar Arifin kepada sejumlah wartawan di sela-sela penandatanganan kerjasama penyiaran Liga Indonesia dengan stasiun penyiaran televisi Malaysia Brodway Media.
Walau begitu, dia tetap akan menegoisasikan sejumlah hal detail terkait kontrak, termasuk kesepakatan apakah ANTV akan memegang penuh dua wilayah atau akan dibagi dengan stasiun televisi lain. "Cuma perlu ada negosiasi, Pak Nirwan sangat terbuka, kita akan membahas lagi," ujarnya di Stadion Utama GBK, Kamis (15/9).
Dia menegaskan, stasiun televisi lain masih mungkin menyiarkan liga asalkan menjalin kesepakatan dengan ANTV. Karenanya dia memberi kesempatan seluas-luasnya pada televisi yang tergabung dalam Viva Grup itu untuk menentukan siapa stasiun televisi yang akan diajak kerjasama.
Dalam kesempatan itu, PSSI telah memastikan kerjasama dengan stasiun telebisi Malaysia yang akan menyiarkan Liga Indonesia. Namun kesepakatan ini tidak lantas menganulir peran ANTV. "Kami tidak memutuskan kontrak dengan ANTV cuma perlu negosiasi," imbuh Djohar.
Terkait liga musim mendatang, Djohar membantah bahwa pihaknya telah menetapkan nama Liga Prima Indonesia (LPI) sebagai nama kompetisi mendatang. LPI diakuinya hanya sebagai nama Perseroan yang akan menglola kompetisi.
"Itu kan nama PT-nya. Nama kompetisinya belum. Mungkin nanti bisa Citibank Competition, entah Bank Mandiri, entah mungkin yang lain. Tapi, PT. Liga Prima-nya diambil dari (kepanjangan) Program Indonesia Emas. Jadi, ini satu jalan dengan program pemerintah itu," jelasnya.
Menyinggung soal format kompetisi, dia mengaku hanya mengikuti arahan AFC. Jika klub yang memenuhi syarat kompetisi sesuai dengan porsi satu wilayah, maka PSSI tidfak akan menyalahi aturan tersebut. Sebaliknya, bila klub yang memenuhi syarat kompetisi berjumlah lebih dari 20, dua wilayahlah yang jadi pilihan.
Kepercayaan Tinggi pada Timnas U-16
Kepercayaan Tinggi pada Timnas U-16
Mahdi Muhammad | Marcus Suprihadi | Jumat, 16 September 2011 | 14:09 WIB
Dibaca: 10043
Komentar: 15
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Pemain timnas U-16, Tedi, berhasil mengecoh penjaga gawang UNJ saat sesi latih tanding di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (7/9/2011). Latih tanding ini untuk kesiapan timnas U-16 menghadapi kualifikasi AFC Cup 2012 Thailand. TERKAIT
JAKARTA, KOMPAS.com — Menjelang pertandingan dengan Guam, Sabtu (17/9/2011) besok, tingkat kepercayaan diri para pemain timnas PSSI U-16 cukup tinggi. Dua kemenangan dari dua laga pada babak kualifikasi grup G AFC U-16 Championship 2012 membuat mereka memiliki bekal mental yang cukup.
Pelatih Timnas PSSI U-16 Indra Syafri saat dihubungi melalui sambungan telepon langsung internasional, Jumat (16/9/2011), mengatakan, dua kemenangan sebelumnya membuat anak asuhnya memiliki modal yang sangat baik saat menghadapi tim Guam nanti.
"Anak-anak dalam kondisi sangat baik. Semua kondisi, baik eksternal seperti cuaca dan lingkungan maupun internal sangat mendukung," katanya.
Indonesia menang atas tim Myanmar 4-1 dan Hongkong 2-0 pada dua laga pertama. Secara berturut-turut, Timnas PSSI U-16 akan menghadapi Guam, Thailand, dan Australia.
Indra mengatakan, meski di atas kertas Indonesia unggul atas Guam, dirinya tidak mau gegabah. "Jangan takabur dan terlalu percaya diri. Intinya, tetap bermain baik dan terkoordinasi," katanya.
Tim Guam dalam dua pertandingan terakhir kalah dari Hongkong dengan skor 4-1 dan kalah dari tim tuan rumah Thailand dengan skor 11-0. Menurut Indra, semua bisa terjadi di lapangan apabila Gesang Ginandaru dan kawan-kawan tidak berhati-hati dalam bermain.
Timnas PSSI U-16 bersaing dengan timnas Thailand untuk lolos kualifikasi grup AFC U-16 Championship 2012. Agar lolos ke putaran final, Indonesia minimal harus berada di posisi pertama atau kedua grup.
Untuk menjadi juara grup, Indonesia membutuhkan minimal dua kali kemenangan dari tiga kali pertandingan sisa, yaitu melawan tim tuan rumah Thailand dan tim Guam. Saat ini, tim tuan rumah Thailand berada di posisi pertama Grup G dengan nilai enam, hasil dari dua kali menang. Indonesia berada di posisi kedua atau berada di bawah Thailand dengan nilai yang sama, yaitu enam.
Thailand unggul dalam jumlah gol karena pada pertandingan terakhir, Rabu (14/9/2011), tim Negeri Gajah Putih ini mampu membobol gawang Guam sebanyak 11 kali.
Pelatih Timnas PSSI U-16 Indra Syafri saat dihubungi melalui sambungan telepon langsung internasional, Jumat (16/9/2011), mengatakan, dua kemenangan sebelumnya membuat anak asuhnya memiliki modal yang sangat baik saat menghadapi tim Guam nanti.
"Anak-anak dalam kondisi sangat baik. Semua kondisi, baik eksternal seperti cuaca dan lingkungan maupun internal sangat mendukung," katanya.
Indonesia menang atas tim Myanmar 4-1 dan Hongkong 2-0 pada dua laga pertama. Secara berturut-turut, Timnas PSSI U-16 akan menghadapi Guam, Thailand, dan Australia.
Indra mengatakan, meski di atas kertas Indonesia unggul atas Guam, dirinya tidak mau gegabah. "Jangan takabur dan terlalu percaya diri. Intinya, tetap bermain baik dan terkoordinasi," katanya.
Tim Guam dalam dua pertandingan terakhir kalah dari Hongkong dengan skor 4-1 dan kalah dari tim tuan rumah Thailand dengan skor 11-0. Menurut Indra, semua bisa terjadi di lapangan apabila Gesang Ginandaru dan kawan-kawan tidak berhati-hati dalam bermain.
Timnas PSSI U-16 bersaing dengan timnas Thailand untuk lolos kualifikasi grup AFC U-16 Championship 2012. Agar lolos ke putaran final, Indonesia minimal harus berada di posisi pertama atau kedua grup.
Untuk menjadi juara grup, Indonesia membutuhkan minimal dua kali kemenangan dari tiga kali pertandingan sisa, yaitu melawan tim tuan rumah Thailand dan tim Guam. Saat ini, tim tuan rumah Thailand berada di posisi pertama Grup G dengan nilai enam, hasil dari dua kali menang. Indonesia berada di posisi kedua atau berada di bawah Thailand dengan nilai yang sama, yaitu enam.
Thailand unggul dalam jumlah gol karena pada pertandingan terakhir, Rabu (14/9/2011), tim Negeri Gajah Putih ini mampu membobol gawang Guam sebanyak 11 kali.
Mahdi Muhammad | Marcus Suprihadi | Jumat, 16 September 2011 | 14:09 WIB
Dibaca: 10043
Komentar: 15
Pelatih Timnas Harus Dipecat!
Solo - Ketua Umum Pengurus Cabang PSSI Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pihaknya meminta pelatih tim nasional (timnas) Indonesia Wim Rijsbergen harus dipecat, karena pernyataan dia dinilai telah merendah Bangsa Indonesia.
"Wim Rijsbergen, yang menyatakan timnas tidak layak tampil di level internasional, sebagai penghinaan terhadap bangsa kita," kata Rudyatmo, di Solo, Jum`at (16/9).
Menurut Rudyatmo yang juga mantan anggota Komite Normalisasi PSSI, Wim yang ditunjuk sebagai pelatih timnas seharusnya memberikan motivasi yang positif terhadap para pemain nasional. "PSSI yang mendengar pernyataan Wim itu, tidak perlu meminta pertimbangan siapa pun. Hal ini, bagian suatu penghinaan terhadap timnas dan Bangsa Indonesia," tambahnya.
Menurutnya, kalau perlu para pemain timnas jika masih dilatih Wim Rijsbergen, tidak perlu datang latihan. PSSI kemudian bisa menurunkan pelatih Rahmad Darmawan menangani Timnas senior.
Rudyatmo menjelaskan, seluruh rakyat Indonesia sebetulnya sudah tahun kalau Wim Rijsbergen tidak punya kualitas untuk melatih timnas. Karena, kemenangan Timnas terhadap Turkmenistan beberapa waktu lalu, merupakan sisa-sia pelatih Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan.
Menurutnya, sebagai pelatih timnas, seharusnya tidak pantas mengeluarkan pernyataan seperti tersebut, selain melecehkan pemain juga Bangsa Indonesia. "Timnas setelah dilatih Wim justru kalah terus. Kita tidak perlu Wim, cukup dilatih Rahmad Darmawan kulalitasnya lebih baik," katanya, menegaskan.
Rudyatmo juga berpendapat, seorang pelatih tersebut fungsinya sebagai motivator dan memebrikan arahan kepada pemain, tetapi pemain eksekutornya di lapangan.
Seorang pelatih dapat diterima pemainnya, maka komunikasinya dapat berjalan baik di luar maupun di lapangan. Sehingga, para pemain mampu mengembangkan permainannya dengan baik. [EL, Ant]
"Wim Rijsbergen, yang menyatakan timnas tidak layak tampil di level internasional, sebagai penghinaan terhadap bangsa kita," kata Rudyatmo, di Solo, Jum`at (16/9).
Menurut Rudyatmo yang juga mantan anggota Komite Normalisasi PSSI, Wim yang ditunjuk sebagai pelatih timnas seharusnya memberikan motivasi yang positif terhadap para pemain nasional. "PSSI yang mendengar pernyataan Wim itu, tidak perlu meminta pertimbangan siapa pun. Hal ini, bagian suatu penghinaan terhadap timnas dan Bangsa Indonesia," tambahnya.
Menurutnya, kalau perlu para pemain timnas jika masih dilatih Wim Rijsbergen, tidak perlu datang latihan. PSSI kemudian bisa menurunkan pelatih Rahmad Darmawan menangani Timnas senior.
Rudyatmo menjelaskan, seluruh rakyat Indonesia sebetulnya sudah tahun kalau Wim Rijsbergen tidak punya kualitas untuk melatih timnas. Karena, kemenangan Timnas terhadap Turkmenistan beberapa waktu lalu, merupakan sisa-sia pelatih Alfred Riedl dan Rahmad Darmawan.
Menurutnya, sebagai pelatih timnas, seharusnya tidak pantas mengeluarkan pernyataan seperti tersebut, selain melecehkan pemain juga Bangsa Indonesia. "Timnas setelah dilatih Wim justru kalah terus. Kita tidak perlu Wim, cukup dilatih Rahmad Darmawan kulalitasnya lebih baik," katanya, menegaskan.
Rudyatmo juga berpendapat, seorang pelatih tersebut fungsinya sebagai motivator dan memebrikan arahan kepada pemain, tetapi pemain eksekutornya di lapangan.
Seorang pelatih dapat diterima pemainnya, maka komunikasinya dapat berjalan baik di luar maupun di lapangan. Sehingga, para pemain mampu mengembangkan permainannya dengan baik. [EL, Ant]
Komentar
+1 #7 Cilok 2011-09-17 01:39
Usul buat mister2 di PSSI. Tarik kembali mr. Alfred selagi msh ada wkt & blm teken kontrak dg Laos. Toh kontrak dg PSSI hingga mei 2012. Drpd pke meneer wim yg jls biang masalah,udh nglecehin bangsa. Mr. Alfred jg msh bka peluang utk timnas sblm oktober. PSSI tdk ush malu utk mengakui ksalahan dgn mnarik kmbali Mr. Alfred. Sepakbola itu utk bangsa. Bkn utk kepentingan pribadi & golongan. Lbh baik punya malu, drpd malu-maluin.
Quote +1 #6 Cilok 2011-09-17 01:24
PSSI jelas mati-matian bela meneer wim yg kontraknya dari LPI. PSSI jd boneka AP. Timnas dibawah Alfred emang ga juara AFF. Tp ditangannya timnas bisa penuh warna dan spirit tinggi. Timnas skrg tampil loyo, tanpa pola. Meneer wim cma jd tukang catat di pinggir lapangan tanpa memberikan instruksi apapun. Di ruang ganti cma bisa main ancam tanpa memberi arahan strategi. Stelah kalah ga tanggung jawab atas tim. Mlh mlempar kesalahan ke pemain, ga ngakui sbagai timnya. Saat menang melawan Turkmenistan & Palestina knapa diam ga bilang "ini bkn tim saya" Apa krn menang???? Pdhl kita smua tahu, timnas menang bkn krn wim. Tp sisa dr polesan mr. Alfred & arahan RD. Trus dmana hebatnya meneer wim yg di bela2in Ketum PSSI ???? Omong kosong klo meneer wim bisa mbangun timnas. Yg ada mlh memecah belah tim. Jd ingat dgn istilah meneer2 "Devide et impera". Selagi ada wktu. Ganti pelatih. Bangkit Garuda-ku.
Quote 0 #4 Bangsa Indonesia 2011-09-16 23:39
Kalu dia pelatih yang bertangungjawab semestinya dia masih ada di indonesia untuk mempersiapkan dan memperbaiki performa timnas mumpung ada waktu! kenapa PSSI tidak mempersoalkan persiapan timnas?? kalau dia ada halangan mestinya asisiten yang bertanggungjawa b??apakah ini bukti PSSI sekarang yang mau memajukan sepakbola?? kampret
Quote 0 #2 John 2011-09-16 20:15
Ya sih betul seorabf pelatih jangan berkata seperti itu yang menyebabkan para pemain jatuh secara mental dan menyalahkan mereka di depan publik. Cuma para pemain juga koreksi diri dong kok kalian itu banyak lemah dan mentalnya bukan juara ya,lihat saja pas pertandingan melawan Iran dan Bahrain masa langsung cepat jatuh mental kalian sih
Quote Tambah Komentar
Berita Terkini
Perlukah Resuffle Kabinet?
Umur kabinet bentukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) genap dua tahun. Namun desakan untuk resuffle kabinet terus membayangi pemerintahan yang dikendalikan oleh partai koalisi. Saat ini, SBY...
Umur kabinet bentukan presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) genap dua tahun. Namun desakan untuk resuffle kabinet terus membayangi pemerintahan yang dikendalikan oleh partai koalisi. Saat ini, SBY...
- Terpopuler
- Terkomentari
- Jupe Datangi Bank Pakai Bikini
- Putra Ruhut Bilang, Ruhut Monyet
- Tina Talisa Akhiri Status Janda
- Menguak Misteri Panji Gumilang Al Zaytun
- Rihanna Buat Video Porno?
- Para Pemain Naturalisasi Bangga Bela Indonesia
- Sebanyak 25 Bintang Porno Jepang Akan Tur Asia
- Kecelakaan di Tol, Istri Saipul Jamil Tewas
- Yusril Diimbau Cabut Kata-kata Kasar Terhadap Basrief
- Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1432 H, Rabu
- Ipul Tak Percaya "Penampakan" pada Foto Kecelakaan
- Zuckerberg Tokoh Terpopuler di Google+
- Nani Dibunuh Majikan di Saudi
- Ipar SBY KSAD Baru
- Heboh Kabar Hoax Cut Tary Meninggal
- Vokalis Vierra Diculik Tiga Pria
- Permainan Angklung Indonesia Cetak Rekor Dunia
- Timnas Kalah Tipis 0-1 dari Yordania
- Wasit Jepang Pimpin Laga Iran vs Indonesia
- Mogok Karyawan Freeport Rugikan Banyak Pihak
Timnas U-19 Tersingkir
Timnas U-19 Tersingkir
Ferril Dennys | Tjatur Wiharyo | Sabtu, 17 September 2011 | 00:06 WIB
Dibaca: 4485
Komentar: 6
Kekalahan membuat Indonesia hanya mampu bertengger di peringkat ketiga dengan mengoleksi empat poin, unggul selisih gol dari Laos. Empat poin dikoleksi tim Merah Putih berkat satu kali menang, sekali seri, dan dua kali kalah. Indonesia meraih hasil imbang pada laga perdana setelah ditahan Laos 3-3. Selanjutnya Indonesia kalah telak 1-6 dari Vietnam. Indonesia sempat bangkit saat melawan Brunei Darussalam dengan skor telak 10-0. Namun, timnas kalah 0-1 oleh Myanmar pada pertandingan terakhir.
Kejuaraan AFF ini diikuti 10 tim dan dibagi dalam dua grup. Di Grup A bercokol Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, dan Kamboja, sedangkan di grup B berisi Myanmar, Indonesia, Laos, Vietnam, dan Brunei Darussalam.
Hasil grup B:
Kamis (8/9):
Laos vs Indonesia 3-3
Brunei vs Vietnam 0-7
Sabtu (10/9):
Vietnam vs Myanmar 1-1
Brunei vs Laos 0-7
Senin (12/9):
Myanmar vs Brunei 6-0
Indonesia vs Vietnam 1-6
Rabu (14/9):
Brunei vs Indonesia 0-10
Laos vs Myanmar 0-1
Jumat (16/9):
Indonesia vs Myanmar 0-1
Vietnam vs Laos 4-0
Babak Baru Alfred Riedl, mantan Pelatih Timnas Indonesia
Langganan:
Postingan (Atom)