Rabu, Juli 18, 2012

bola

Timnas Olimpiade Brasil Tiba di London
Brasil bertekad meraih medali emas untuk kali pertama.
Rabu, 18 Juli 2012, 13:08 WIB

Neymar dan Marcelo belatih bersama tim Olimpiade Brasil (REUTERS/Sergio Moraes )
VIVAbola - Para pemain timnas Brasil yang akan tampil di Olimpiade telah tiba di London, Selasa 17 Juli 2012 waktu setempat. Di Olimpiade nanti, Selecao tergabung di grup C bersama Mesir, Belarusia, dan Selandia Baru.

Seperti dilansir Soccerway, anak asuh Mano Menezes mendarat di Bandara  Heathrow, London. Beberapa bintang muda yang kini menjadi incaran klub-klub besar Eropa menjadi bagian dari tim. Di antaranya adalah Oscar dan Hulk yang kini menjadi incaran Chelsea.

Timnas Brasil akan dipimpin oleh Thiago Silva yang baru saja resmi menjadi pemain baru Paris Saint-Germain. Silva (28 tahun) menjadi salah satu pemain di atas 23 tahun yang dipanggil Menezes. Pemain senior lain yang dipanggil adalah Marcelo (24 tahun) dan Hulk (25 tahun).

Bintang lain yang tak luput dari perhatian adalah striker Santos, Neymar. Pemain 20 tahun ini menjadi incaran klub-klub raksasa Eropa termasuk Real Madrid dan Barcelona.

Brasil bertekad meraih medali emas untuk kali pertama. Sebelumnya, pencapaian terbaik Selecao di Olimpiade adalah medali perak 1984 dan 1988 serta medali perunggu pada 1996 dan 2008.

Sebelum bertanding di Olimpiade, Brasil akan menggelar ujicoba menghadapi tuan rumah Inggris Raya. Laga ini akan berlangsung di Riverside Stadium, Jumat 20 Juli 2012. Selanjutnya Brasil akan mengawali langkah di Olimpiade dengan menghadapi Mesir di Stadion Milennium Cardiff, Kamis 26 Juli 2012. (umi)

Jumat, Juli 13, 2012

NEGARA

Sofyan: BI harus lebih menjaga fluktuasi rupiah

Jumat, 13 Juli 2012 19:41 WIB | 425 Views
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Sofyan Wanandi. (FOTO ANTARA/Ujang Zaelani)
Eksportir dalam hal ini (turunnya nilai rupiah) malah justru diuntungkan, namun sebaliknya akan memberatkan importir."
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofyan Wanandi mengimbau Bank Indonesia (BI) lebih bisa menjaga fluktuasi nilai tukar rupiah.

"Naik turunnya harga yang terlalu sering dan tinggi akan mengganggu pasar," kata Sofyan Wanandi di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, penurunan nilai rupiah tidak bisa terlalu jauh berbeda. "Masih bisa ditolelir apabila kisarannya masih sekitar 9.000 hingga 9.800," katanya.

Sofyan mengatakan apabila nilai tukar rupiah terlalu rendah dan berdampak pada meningkatnya harga maka akan berdampak buruk terhadap eksportir lokal karena bahan baku ekspor pun akan semakin mahal.

Apindo menyikapi ini dengan sangat hati-hati karena turunnya nilai rupiah tentu akan sangat mempengaruhi harga berbagai komoditas seperti batu bara, minyak dan lain-lain.

Memang, dia menambahkan, turunnya nilai rupiah tentu tidak mengkhawatirkan eksportir.

"Eksportir dalam hal ini (turunnya nilai rupiah) malah justru diuntungkan, namun sebaliknya akan memberatkan importir," katanya.

Menurut data dari Bank Indonesia (BI) nilai tukar rupiah pada triwulan II-2012 masih mengalami tekanan depresiasi. Rupiah secara "point-to-point" melemah sebesar 2,65 persen menjadi Rp9.393 per dolar AS atau secara rata-rata melemah 2,27 persen menjadi Rp9.277 per dolar AS.

Menurut Ekonom dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Latif Adam, jika penurunan terus membengkak, BI harus melakukan intervensi dengan menggelontorkan cadangan devisa ke pasar untuk menahan pelemahan rupiah. (SDP-56)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

BOLA

Pelatih: Timnas kalah kelas dari Jepang

Jumat, 13 Juli 2012 00:03 WIB | 2461 Views
Tim Nasional Indonesia. (ANTARA/Yudhi Mahatma)
Kami mengakui jika timnas kalah kelas dari Jepang. Mereka bermain dengan taktis dan memiliki organisasi bermain yang bagus."

Pekanbaru (ANTARA News) - Jajaran pelatih Timnas Indonesia mengakui kehebatan Jepang yang mengalahkan mereka dengan skor telak 5-1 pada kualifikasi Piala Asia U-22 Grup E di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, Kamis.

Kekalahan telak tersebut mempengaruhi peluang Indonesia untuk lolos secara otomatis ke putaran final Piala Asia U-22 karena hingga pertandingan keempat hanya mampu mengumpulkan 6 poin. Jumlah poin ini kalah jauh dari Jepang dengan 12 poin, Australia 10 poin dan Singapura 7 poin.

"Kami mengakui jika timnas kalah kelas dari Jepang. Mereka bermain dengan taktis dan memiliki organisasi bermain yang bagus," kata asisten pelatih Timnas Garuda Muda, Liestiadi.

Menurut dia, secara umum Indonesia kalah di semua lini. Jepang yang telah memiliki sistem pembinaan bagus terus menguasai jalannya pertandingan mulai babak pertama. Kondisi itu terus terjadi hingga pertandingan usai.

Gol-gol yang tercipta, kata dia, bukanlah gol kebetulan, melainkan hasil kerja keras semua pemain serta berjalannya sistem koordiniasi antarpemain Jepang yang telah menjalani pembinaan sejak usia 15 tahun.

"Terus terang, Jepang bermain bagus. Pemain yang dimiliki mereka bukanlah instan. Tapi hasil pembinaan berjenjang. Ini yang harus ditiru oleh kita," katanya.

Mantan asisten pelatih klub Arema Indonesia itu mengatakan Indonesia sebenarnya mempunyai talenta-talenta muda yang bagus. Untuk itu mereka harus terus dibina agar mampu bermain dengan negara lain termasuk Jepang.

Sementara itu salah satu pemain Timnas Indonesia, Rasyid mengatakan hasil yang diraih saat ini memang cukup mengecewakan. Dengan ini pihaknya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia terutama warga Pekanbaru yang terus mendukungnya.

"Kami mohon maaf atas hasil ini. Kami akan berusaha lebih baik untuk pertandingan berikutnya," kata pemain PSM Makassar itu.

Saat ini Indonesia tinggal menyisakan satu pertandingan yaitu melawan Singapura di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, pada Minggu (15/7).

Jumat, Juli 06, 2012

September, Inzaghi dan Seedorf Berkunjung ke Indonesia

Jumat, 6 Juli 2012 14:58 WIB

Jakarta, (tvOne)
Dua pemain bintang klub AC Milan Italia, Clarence Seedorf dan Filippo Inzaghi direncanakan akan berkunjung ke Indonesia dalam lawatan tim "AC Milan Glorie" pada September mendatang.

Rencana tersebut disampaikan oleh Presiden Asia Sports Development (ASD), Alan Solowiejczak selaku pemegang lisensi Milan Junior Camp di Jakarta, Jumat (7/6).

"Hampir dipastikan Clarence Seedorf dan Filippo Inzaghi bisa datang. Untuk Paolo Maldini masih fifty-fifty," ucap Alan Solowiejczak.

Alan memastikan para pemain legenda "I Rossoneri" itu bakal datang pada 3-13 September 2012 untuk menyapa penggemarnya di Indonesia dan melakukan eksibisi di dua kota, yaitu Surabaya dan Bandung.

"Kami akan mendatangkan kembali AC Milan Glorie ke Indonesia seperti tahun lalu. AC Milan Glorie akan melakukan laga eksibisi melawan Surabaya Selection dan Bandung Selection pada 5 dan 7 September mendatang," ujarnya.

Mengenai pemilihan kota Surabaya dan Bandung, Alan beralasan pihaknya ingin memperkenalkan lebih dekat para pemain Milan kepada para penggemarnya di Indonesia dan tidak hanya terfokus pada Ibukota Jakarta.

Alan menambahkan, pihaknya menyadari bahwa penggemar AC Milan di Indonesia mencapai ratusan ribu orang dan tersebar di berbagai pelosok yang tak mungkin seluruhnya dapat dijangkau dalam kunjungan mereka.

"Mengapa kami pilih Surabaya dan Bandung, bukan Jakarta? Karena kami ingin memperkenalkan lebih dekat sepak bola yang berisikan para pemain terkenal kepada seluruh penggemar di Tanah Air," kata Solowiejczak menambahkan. (Ant)
(WIS)NU
NAMA:WISNU ADITYA PUTRA
LAHIR:TANJUNG ENIM
HOBI: TRAVELLING , BERMAIN BOLA
CITA* : PEMAIN BOLA , GURU
ALAMAT : TEGAL REJO , RT 14
AGAMA : ISLAM
NEGARA : INDONESIA
GENK : WISHANRIYO

(HAN)DOYO
NAMA: TRI HANDOYO
LAHIR:TANJUNG ENIM
HOBI:TRAVELLING , DAN BERNYANYI
CITA* : GURU
ALAMAT : TEGAL REJO RT 04
AGAMA : ISLAM
NEGARA : INDONESIA
GENK : WISHANRIYO

(RI)VALDI
NAMA : RIVALDI
LAHIR : MUARA ENIM
HOBI:TRAVELLING , BERNYANYI
CITA* : GURU , PEMAIN BOLA , PENYANYI
ALAMAT : SARINGAN UTARA
AGAMA : ISLAM
NEGARA : INDONESIA
GENK : WISHANRIYO

(YO)GI
NAMA : YOGI OKTASARI
LAHIR : PRABUMENANG
HOBI: MEMBANTU
CITA* : MODEL
ALAMAT : PASAR BARU
AGAMA : ISLAM
NEGARA : INDONESIA
GENK WISHANRIYO





KAMI SEMUA SATU KAWAN , SATU TUJUAN , BEDA PERADABAN , TETAPI SATU HATI , SAMPAI MATI

Jumat, Juni 29, 2012


Timnas U-22 uji tanding di Stadion Utama Riau

Jumat, 29 Juni 2012 14:33 WIB | 1640 Views
Pesepakbola Persiba Bantul, Kim Yong Han (kanan) berebut bola dengan pesepakbola Timnas U-22, Rasyid Bakri (tengah) pada laga ujicoba di Stadion Sultan Agung, Bantul, Yogyakarta, Selasa (26/6), yang berakhir imbang 1-1. Selanjutnya, Timnas akan bertemu Tim PON Riau pada Sabtu (30/6), sebagai persiapan sebelum diterjunkan pada pertandingan Pra Piala Asia U-22 pada 5 hingga 15 Juli mendatang.
Rencananya Tim PON Riau akan bertanding dengan Timnas sebelum Piala Asia. Sejauh ini belum ada perubahan."
Pekanbaru (ANTARA News) - Timnas Indonesia U-22 yang akan berlaga pada babak kualifikasi Piala Asia direncanakan melakukan uji tanding melawan tim sepak bola PON Riau di Stadion Utama Riau, Pekanbaru, pada Sabtu.

"Rencananya Tim PON Riau akan bertanding dengan Timnas sebelum Piala Asia. Sejauh ini belum ada perubahan," kata Ketua Harian KONI Riau Yuherman Yusuf di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia, uji tanding tersebut diharapkan membawa manfaat bagi persiapan kedua tim. Selain itu, uji tanding itu diharapkan bisa membantu promosi perhelatan Piala Asia di Pekanbaru yang akan dilaksanakan pada tanggal 5-15 Juli mendatang.

Khusus untuk tim sepakbola PON, uji tanding tersebut diharapkan mampu menambah pengalaman pemain dan melatih mental serta kekompakan sebagai sebuah tim. Sejak terjadi dualisme kepengurusan PSSI, KONI Riau mengambilalih persiapan tim sepakbola PON Riau.

Namun, sebagai tuan rumah, tim sepakbola PON Riau dinilai sejumlah pihak kurang melakukan pertandingan uji coba. Padahal, lawan-lawan dalam fase grup PON XVIII tidak bisa dipandang remeh. Tim Riau berada pada Grup C bersama Jawa Tengah, Sumatera Barat dan Kalimantan Selatan.

"Uji tanding melawan Timnas sangat penting untuk persiapan tim PON Riau," katanya.

Timnas Mulai Berlatih

Ia menambahkan, 22 pemain Timnas U-22 sudah tiba di Pekanbaru sejak Rabu (27/6). Sehari setelahnya, mereka mulai berlatih di Stadion Utama Riau.

Pelatih Kepala Timnas Aji Santoso membawa serta tiga asisten pelatih diantaranya Widodo C Putro, Listiadi dan pelatih kiper.

Aji mengatakan pemain andalan Timnas Andik Virmansyah, belum bergabung dengan tim karena masih dalam menjalani proses penyembuhan cedera. Andik diharapkan dapat menyusul ke Pekanbaru sebelum laga perdana Piala Asia dimulai pada tanggal 5 Juli saat Timnas Indonesia ditantang tim kuat Australia.

"Andik masih cedera dan masih butuh penyembuhan, setelah sembuh, barulah dia datang ke Riau," kata Aji Santoso kepada wartawan.

Rabu, Juni 06, 2012

nature

De-naturalisasi Pemain Timnas Indonesia


OPINI | 06 June 2012 | 11:29 Dibaca: 1037   Komentar: 12   1 dari 1 Kompasianer menilai aktual assalamu’alaikum wr. wb.
Setelah sekian lama mencermati tulisan rekan-rekan di kompasiana, tangan saya gatal untuk ikutan mencet-mencet keyboard, mencoba belajar menulis. Ini adalah tulisan saya yang pertama di kompasiana, jadi mohon dimaafkan kalau belepotan dan tidak memenuhi kaidah yang dianjurkan di forum ini (kalau ada kaidahnya sih…)
Rekan-rekan kompasianers, mungkin masih ingat bahwa gelombang naturalisasi pemain sepakbola mulai bergulir ketika PSSI masih digawangi NH cs., sekitar pertengahan 2010. Saya lupa dengan alasan pastinya, kalau tidak salah untuk “memprestasikan” sepakbola Indonesia. Maklum, para pengurus PSSI pada waktu itu gatel, karena sekian lama memimpin tak ada prestasi yang gemerlap bagi Timnas Indonesia ditengah hiruk pikuk kompetisi paling “wah” se-ASEAN. Walaupun banyak yang menentang program ini, tetapi apa lacur, telinga dan mata hati dah tertutup sehingga program ini harus jalan.
Saya juga lupa siapa pemain timnas yang pertama kali dinaturalisasi, kalau tidak salah C. Gonzalez, kemudian diikuti yang lainnya (irfan bachdim tidak masuk lho, kan dia pemegang paspor Indonesia). Seiring berjalannya waktu, tampuk kekuasaan PSSI berganti dari NH ke DA dengan proses yang berisik plus bermacam intrik dan politik (dan sampai sekarang masih direcoki “gerombolan” KPSI), para pemain naturalisasi yang merumput di Indonesia berkarir di klub-klub yang berkompetisi di Indonesian Super Tournament dan mereka ogah ikut bergabung di Timnas PSSI (yang notabene merepresentasikan Indonesia) dengan berbagai alasan.
Ada beberapa syarat untuk seorang WNA mendapatkan kewarganegaraan WNI, salah satunya adalah “dapat berbahasa Indonesia serta mengakui dasar negara Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945“.
Logika saya, jika pemain Timnas hasil naturalisasi dipanggil untuk memperkuat Timnas (entah dari kompetisi apapun), tetapi tidak bersedia dengan alasan yang dibuat-buat (misal : “saya hanya mengakui PSSI LNM, sehingga tidak mau memperkuat Timnas PSSI DA”), otomatis mereka tidak mengakui Indonesia (ingat, sampai sekarang yang diakui sebagai organisasi yang sah adalah PSSI yang dipimpin DA. PSSI yang sekarang merepresentasikan negara Indonesia. Jadi kalau mereka menolak dengan alasan seperti itu, berarti tidak mengakui PSSI DA = tidak mengakui negara Indonesia = tidak mengakui dasar negara Pancasila dan UUD 1945). Sehingga, alangkah baiknya kewarganegaraan Indonesia mereka layak ditinjau ulang alias di DE-NATURALISASI.