Sabtu, September 17, 2011

Timnas U-19 Tersingkir

Timnas U-19 Tersingkir
Ferril Dennys | Tjatur Wiharyo | Sabtu, 17 September 2011 | 00:06 WIB
Dibaca: 4485
|
Share:
YANGON, KOMPAS.com — Timnas U-19 Indonesia gagal ke semifinal Piala AFF U-19 setelah kalah 0-1 dari tuan rumah Myanmar pada laga terakhir Grup B, Jumat (16/9/2011). Myanmar otomatis lolos ke semifinal sebagai runner-up. Sementara itu, posisi juara grup ditempati Vietnam seusai mengalahkan Laos 4-0.
Kekalahan membuat Indonesia hanya mampu bertengger di peringkat ketiga dengan mengoleksi empat poin, unggul selisih gol dari Laos. Empat poin dikoleksi tim Merah Putih berkat satu kali menang, sekali seri, dan dua kali kalah. Indonesia meraih hasil imbang pada laga perdana setelah ditahan Laos 3-3. Selanjutnya Indonesia kalah telak 1-6 dari Vietnam. Indonesia sempat bangkit saat melawan Brunei Darussalam dengan skor telak 10-0. Namun, timnas kalah 0-1 oleh Myanmar pada pertandingan terakhir.
Kejuaraan AFF ini diikuti 10 tim dan dibagi dalam dua grup. Di Grup A bercokol Thailand, Singapura, Filipina, Malaysia, dan Kamboja, sedangkan di grup B berisi Myanmar, Indonesia, Laos, Vietnam, dan Brunei Darussalam.
Hasil grup B:
Kamis (8/9):
Laos vs Indonesia 3-3
Brunei vs Vietnam 0-7

Sabtu (10/9):
Vietnam vs Myanmar 1-1
Brunei vs Laos 0-7

Senin (12/9):
Myanmar vs Brunei 6-0
Indonesia vs Vietnam 1-6

Rabu (14/9):
Brunei vs Indonesia 0-10
Laos vs Myanmar 0-1

Jumat (16/9):
Indonesia vs Myanmar 0-1
Vietnam vs Laos 4-0

Babak Baru Alfred Riedl, mantan Pelatih Timnas Indonesia

 
 
FEATURES
Sabtu, 17 September 2011 , 03:37:00

Riedl saat seleksi pemain Timnas U-23. Foto: Dok.JPNN/Hendra Eka/Jawa Pos
PSSI memberhentikan Alfred Riedl sebagai pelatih timnas pada 13 Juli lalu. Padahal, kontraknya baru akan berakhir Mei 2012. Lantas, apa langkah Riedl berikutnya?
-------------------
M. ALI MAHRUS, Jakarta
-------------------
Sudah satu minggu ini Alfred Riedl berada di Jakarta. Dia kembali untuk mengemasi barang-barangnya. Setelah itu, pelatih asal Austria itu akan kembali ke negaranya (21/9).

Tugas baru sudah menanti Riedl. Dia dipercaya menjadi direktur teknik timnas Laos. Negeri ini bukan tempat yang asing bagi Riedl. Dia pernah melatih Laos pada musim 2009-2010. Kala itu, tim besutan Riedl mempermalukan timnas U-23 Indonesia dengan skor 2-0 di babak penyisihan grup SEA Games 2009.

Jabatan direktur teknik timnas Laos hanya sementara. Federasi Sepak Bola Laos berencana mengangkat kembali Riedl sebagai pelatih timnas mulai Januari 2012. "Saya dikontrak selama tiga tahun," ungkapnya.

Kehadiran Riedl di Jakarta sempat melahirkan kontroversi. Hal itu terkait dengan pertemuannya dengan beberapa penggawa timnas pada 7 September lalu. Tiga pemain timnas, yakni Bambang Pamungkas, Firman Utina, dan kiper Markus Haris Maulana bertemu dengan Riedl di salah satu mal di Jakarta sehari setelah timnas keok 0-2 dari Bahrain dalam kualifikasi Piala Dunia 2014.

"Itu pertemuan biasa dengan sesama teman. Bukan provokatif," ungkap Riedl." "Pembicaraan kami seperti teman saja. Mereka selalu ada di hati saya. Itu mungkin pertemuan saya yang terakhir dengan mereka," sambung pelatih yang membawa Vietnam ke perempat final Piala Asia 2007 itu.

Kabarnya, pertemuan Riedl dengan tiga pemain pilar timnas itu membuat pengurus PSSI kebakaran jenggot. Bahkan, komisi disiplin (komdis) PSSI berencana memanggil Bambang, Firman, dan Markus untuk dimintai keterangan. Hal itu membuat Riedl kecewa. "Apa salah mereka? Itu hanya pertemuan biasa. Banyak bercandanya," katanya.

Riedl tak peduli dengan kabar yang santer mencuat bahwa beberapa pemain timnas ogah dilatih oleh Wim Rijsbergen. "Itu urusan mereka. Saya tidak mau ikut campur," tegasnya.

Di tengah kondisi sepak bola Indonesia yang amburadul, Riedl masih memiliki penilaian positif. Dia bahkan siap jika sewaktu-waktu mendapat tawaran untuk melatih pasukan Merah Putih. "Jika ada penawaran lebih menarik dan resmi dari pihak luar, termasuk Indonesia, saya akan pikirkan. Segala sesuatu bisa terjadi dalam sepak bola," urainya.

Riedl mengungkapkan, untuk urusan kehidupan pribadi, Laos lebih tenang daripada Jakarta. Tapi, dalam hal tantangan karir dalam sepak bola, Indonesia jauh lebih menarik. "Sepak bola Laos masih dalam taraf mulai berkembang. Tidak bisa berharap banyak untuk memenangi sesuatu di sana. Butuh waktu 10-15 tahun. Tapi, kalau d isini saya sudah bisa bicara target memenangi sesuatu," paparnya.

Riedl menyarankan, Indonesia harus fokus untuk menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Baru setelah itu menapak ke target yang lebih tinggi. Yakni, level Asia dan Dunia.

Riedl memuji kualitas para pemain timnas U-23 yang menurutnya bakal menjadi kekuatan yang diperhitungkan jika digembleng dengan benar. "Saya kira 10 tahun lagi Indonesia bisa bicara di pentas dunia," katanya. (*/ca)

Minggu, September 04, 2011

akibat kesalahan rocky putiray

ac milan glorie vs indonesia all star legends
        5             --                  1
indonesia vs milan yg dilaksanakan di sugbk kemarin malam megakibatkan dengan skor 5-1 yg mencetak gol saat malam tadi ac milan memperbesar keunggulannya lewat serginho yg lebih dari hatrick yaitu 4 gol dan di tambahnya seorang kiper legenda ac milan yaitu nelson dida yg menjadi striker kemarin...ac milan glorie banyaknya peluang mereka dengan striker tajam serginho dengan 3 goldicetak di babak pertama...babak ke 2 indonesia all star legends tak mau ketinggalan beberapa kali indonesia all star legends mampu menakutkan lawannya yaitu ac milan lewat rocky putiray beberapa kali rocky mendapat peluang emas tetapi selalu tidak bisa,dan ditambah striker yg mempunyai tendangan taam yg memunyai pengalaman bermaindi italia yaitu kurniawan dwi yulianto memantapkan tendangan tajam tetapi slalu di tepis,lalu beberapa menit bersela indonesia kembali mendapat peluang emas atas rocky putiray yg terjatuh di kotak penalty lalu tendang penalty ponaryo astaman tidak bisa memperkecil keunggulan mereka...stelah beberapa menit kemudian inonesia dapat peluang emas lainnya dari rocky putiray yg tinggal berhadapan dengan kiper ac milan glories tetapi di selalu di tangkap...dan rocky pun ditarik kluar menggantikan ricky yakoby baru masuk ricky lalu merobek jala gawang dengan tendang setengak voli tendangan cukup bagus sehingga membuat skor 5-1...


Indonesia All Star Legends Kalah Telak 5-1

Indonesia All Star Legends Kalah Telak 5-1
Headline
arenabola.com
Oleh: Reza Adi Surya
Bola - Minggu, 4 September 2011 | 20:26 WIB
INILAH.COM, Jakarta - AC Milan Glorie yang diperkuat para legenda Rosonerri masih mampu menunjukkan kualitasnya sebagai pemain sepakbola. Mereka mampu mengalahkan Indonesia All Star Legends 5-1, Minggu (4/9) di Gelora Bung Karno.

Tampil dengan beberapa nama beken seperti Dida, Franco Baresi, Alessandro Costacurta hingga Jean Piere-Papin yang relatif sudah uzur, kemampuan mereka masih luar biasa. Sejak menit awal mereka langsung menekan pertahanan Indonesia All Star Legends yang digawangi oleh beberapa nama seperti Hendro Kartiko, Aji Santoso, Rochi Putiray, Ricky Yakobi hingga Bima Sakti.

Tidak perlu waktu lama bagi AC Milan Glorie untuk mencetak gol. Adalah Serginho yang mampu merobek jala gawang Indonesia usai memanfaatkan bola muntah di depan gawang Hendro Kartiko.

Meski Indonesia All Star Legends tampak mampu mengimbangi jalannya pertandingan, kualitas dunia yang melekat di skuad AC Milan Glorie tidak bisa ditutupi.

AC Milan Glorie kembali mampu mencetak gol keduanya melalui sundulan kepala Serginho. Ini menjadi gol kedua Serginho di pertandingan yang digelar untuk membantu korban bencana alam.

Indonesia All Star Legends bukannya tanpa peluang. Beberapa kali sepakan Rochi Putiray dan Bima Sakti berhasil dilepas ke arah gawang Dida. Sayang, sepakan mereka belum ada yang mengarah ke gawang. Penampilan cukup impresif ditunjukkan oleh Gianluigi Lentini di babak pertama ini. Pemain yang diboyong Milan dari Torino dan pernah menjadi yang termahal itu masih mampu menunjukkan gerakan step over melewati Charis Yulianto dan Jaya Hartono.

Seginho hampir saja mencetak hattrick ketika mendapatkan peluang melalui tendangan bebas. Sepakan kaki kirinya masih mampu dihalau oleh Hendro Kartiko.

Akhirnya, Serginho benar-benar mencetak hattrick di menit akhir babak pertama. Pemain Brasil itu menyelesaikan umpan matang dari Costacurta.

Skor 3-0 bertahan hingga wasit Jimmy Napitupulu meniup peluit tanda pertandingan usai di babak pertama.

Memasuki babak kedua, tempo permainan berlangsung sedang-sedang saja. Indonesia All Stars Legend mencoba untuk menyerang. Peluang didapat oleh Kurniawan Dwi Julianto di menit ke-50. Sayang, sepakan pemain yang akrab dipanggil 'Si Kurus' itu masih mampu diblok oleh Dida.

Tampak sebuah adegan unik dimana Dida yang sejatinya adalah penjaga gawang diturunkan menjadi seorang penyerang. Tidak sia-sia, kiper Brasil itu sukses membobol gawang Hendro Kartiko melalui sundulan kepalanya. Sebelumnya, sepakan keras Dida berhasil digagalkan oleh Hendro Kartiko. Posisi Dida sebagai penjaga gawang digantikan oleh Massimo Taibi.

Serginho yang sempat digantikan di awal babak kedua, kembali masuk ke dalam lapangan. Pemain Brasil itu kembali menguji kemampuan Hendro Kartiko. Sepakan derasnya dari luar kotak penalti masih mampu dihadang oleh Hendro Kartiko.

Malam ini tampaknya menjadi milik Serginho. Pemain lincah itu mampu menaklukkan kiper Hermansyah, yang masuk menggantikan Hendro Kartiko usai menerima umpan matang dari Dida. Selain mencetak gol, Dida juga mampu memberikan assist kepada rekan senegaranya itu. Skor berubah menjadi 5-0.

Indonesia All Star Legends berhasil mendapatkan peluang untuk mencetak gol ke gawang Milan Glorie ketika Rochi Putiray dijatuhkan di kotak penalti. Wasit memberikan hadiah penalti kepada Indonesia. Sayang, Ponaryo yang maju sebagai algojo gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Sepakan Ponaryo mampu ditepis oleh Taibi.

Rochi Putiray memiliki peluang emas untuk mencetak gol hiburan. Meski sudah satu lawan satu dengan Taibi, Rochi gagal mencetak gol.

Gol yang ditunggu-tunggu oleh publik Indonesia akhirnya tercipta di menit ke-85. Adalah Ricky Yakobi yang mampu merobek jala Taibi dengan tendangan setengah voli yang cukup indah. Skor berubah menjadi 1-5.
Skor 5-1 bertahan hingga babak kedua usai.

Penampilan Gonzales di Timnas Kurang Maksimal

Penampilan Gonzales di Timnas Kurang Maksimal

Penampilan Gonzales di Timnas Kurang Maksimal
Cristian Gonzales . - Foto: Istimewa
Oleh: Jaka Permana
Jabar - Sabtu, 3 September 2011 | 17:30 WIB
INILAH.COM, Bandung - Bobotoh menilai penampilan striker Persib Bandung Cristian Gonzales saat membela timnas Indonesia melawan Iran dalam ajang Pra Piala Dunia 2014 Jumat (2/9/2011) malam, kurang maksimal.

Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) Pusat Asep Abdul mengungkapkan, tidak adanya suplai bola dari pemain tengah membuat El Loco -julukan Gonzales- tidak bisa berkutik di hadapan pemain belakang Iran. Selain itu, postur tubuh para pemain belakang Iran pun lebih tinggi dibanding Gonzales.

"Saya rasa Gonzales kurang maksimal. Pengalaman bermain di Timnas masih belum terasah ketika bertanding melawan tim berkelas seperti Iran," ujar Abdul saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (3/9/2011).

Dia menyebutkan, pemain naturalisasi asal Uruguay tersebut tidak bisa bergerak sendirian dalam bermain bola. Tapi butuh kekompakan tim untuk menciptakan gol. Abdul menilai tim sekelas Iran sudah berpengalaman melihat titik kelemahan Indonesia.

"Saya rasa faktor kekalahan kemarin Indonesia masih di bawah standar, dari segi rangking, fisik, dan tinggi badan pemain, kita sudah kalah. Mereka juga bisa melihat titik kelemahan pertahanan timnas," jelas dia.

Dia juga berharap, Timnas Indonesia mampu berkaca dari pengalaman usai melawan tim Iran di laga tandang. Diharapkan timnas bisa memperkokoh lagi kesolidan tim serta fisik agar bisa tampil menjadi tuan rumah menjamu Iran.[den]

Pertajam Daya Gedor, Timnas Diminta Mainkan Boaz


Pertajam Daya Gedor, Timnas Diminta Mainkan Boaz

Pertajam Daya Gedor, Timnas Diminta Mainkan Boaz
Bobotoh Persib Bandung berharap Timnas Indonesia mampu menghadang Iran dalam leg kedua Pra Piala Dunia 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta. - inilah.com
Oleh: Jaka Permana
Jabar - Sabtu, 3 September 2011 | 21:55 WIB
INILAH.COM, Bandung - Bobotoh Persib Bandung berharap Timnas Indonesia mampu menghadang Iran dalam leg kedua Pra Piala Dunia 2014 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan Jakarta pada 15 November mendatang.

Ketua Umum Bobotoh Maung Bandung Bersatu (Bomber) Pusat Asep Abdul berharap dengan dukungan suporter Indonesia, mental para pemain timnas bisa bagus serta bisa menang melawan Iran.

"Bisa menahan serangan dari pemain Iran juga sebenarnya kita sudah menang. Karena Iran merupakan tim yang sudah berpengalaman. Rangkingnya saja jauh di atas tim kita," ujar Abdul saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (3/9/2011).

Dalam penyisihan Piala Dunia zona Asia, Indonesia akan menjamu tim Bahrein pada Selasa (6/9/2011). Abdul pun berharap timnas bisa memenangkan pertandingan menjamu Bahrain.

"Timnas baru melawan tim besar sekelas Iran. Dengan itu, saya berharap tim kita mampu meniru pola permainan Iran dan mudah-mudahan saat melawan Bahrain bisa menang," jelas dia.

Untuk menambah daya gedor imnas, Abdul berharap agar pemain asal Persipura Boaz Salossa bisa kembali dimainkan timnas. Bukan hanya melawan Bahrain, tapi dalam pertandingan-pertandingan berikutnya.

"Sangat disayangkan kemarin pas lawan Iran, Boaz tidak ada. Kalau misalnya ada, daya gedor penyerangan timnas bisa bagus," jelas dia.[den]

Dua Kiper Timnas Berebut Tempat di Persib


Dua Kiper Timnas Berebut Tempat di Persib

Dua Kiper Timnas Berebut Tempat di Persib
Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengakui kiper Sriwijaya FC dan timnas Ferry Rotinsulu tertarik bergabung musim depan. - inilah.com
Oleh: Daddy Mulyanto
Jabar - Senin, 5 September 2011 | 11:15 WIB
INILAH.COM, Bandung - Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengakui kiper Sriwijaya FC dan timnas Ferry Rotinsulu tertarik bergabung musim depan.

Bahkan kiper berjuluk FR12 itu baru-baru ini dikabarkan datang ke Bandung mengutarakan niatnya kepada manajemen Persib. Saat dikonfirmasi kebenaran isu tersebut, Umuh tidak menampiknya. Menurut Umuh, Persib tetap menyambut baik niat Ferry tersebut.

"Semuanya masih dipertimbangkan, saat ini memang sudah ada beberapa nama kiper termasuk Markus Horison. Semua nama-nama kiper itu akan direkomendasikan kepada pelatih yang akan terpilih nanti. Biar dia sendiri yang memilih," kata Umuh saat dihubungi INILAH.COM, Minggu (4/9/2011).

Dia menambahkan, persoalan pemain semuanya memang belum diputuskan karena harus menunggu pelatih. Paling lambat, kata Umuh, pelatih diumumkan Rabu (7/9/2011). Sebab calon pelatih kuat Persib saat ini Drago Mamic, dikabarkan baru tiba di Indonesia setelah melakukan perjalan udara dari Kroasia menggunakan pesawat Lufthansa.

Saat ini ada tiga calon kiper utama Persib yaitu Jendry Pitoy, Markus Horison dan Ferry Rotinsulu. Ketiga nama tersebut sudah menyatakan kesiapannya merumput bersama Persib pada kompetisi profesional level I yang rencananya digelar 8 Oktober mendatang.
Jendry Pitoy sendiri merupakan mantan kiper timnas. Sementara Markus dan Ferry saat ini memperkuat timnas Pra-Piala Dunia.

"Ya memang ada beberapa nama kiper yang akan kita rekomendasikan kepada pelatih. Tapi untuk saat ini saya belum bisa menyebutkan nama-nama dari kiper itu. Markus juga masih kita pertimbangkan, biar pelatih yang memilih disesuaikan dengan seleranya sendiri," pungkasnya. [gin]