Selasa, Februari 14, 2012

Pra-Piala Dunia 2014: Bahrain vs Indonesia
Timnas Senior Janji Takkan 'Andik-Sentris'
Headline
inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Anry Dhanniary
Bola - Selasa, 14 Februari 2012 | 18:18 WIB
INILAH.COM, Jakarta - Timnas Indonesia menuju laga terakhir Grup E pra-Piala Dunia 2014 melawan Bahrain dengan kekuatan baru. Namun nama Andik Vermansyah tidak akan jadi andalan.

Nama Andik belakangan ini menjadi buah bibir pencinta sepakbola Indonesia setelah tampil memukau dalam laga-laga yang ia ikuti. Bahkan pemuda berusia 20 tahun itu acap diisukan menarik perhatian klub-klub Eropa.

Peran Andik juga terlihat sangat menonjol dalam permainan-permainan timnas Indonesia, yang terakhir pada laga timnas U-21 melawan Ulsan Hyundai Mipo Dockyard Dolphins.

Dalam laga yang berkesudahan 2-0 untuk lawan itu, Andik terlihat menjadi tumpuan dengan terus disodori bola dan menjadi awal berputarnya bola di daerah pertahanan lawan. Anggapan timnas mulai 'Andik-Sentris' pun bermunculan.

Dengan kondisi skuad yang compang-camping setelah PSSI melarang timnas menggunakan pemain-pemain Indonesia Super League (ISL) karena dianggap liga ilegal, Andik pun diprediksi kembali akan jadi motor serangan. Tetapi pelatih kepala Timnas Indonesia, Aji Santoso, menegaskan hal tersebut tidak akan terjadi di dalam skuadnya.

"Kalau kemarin ada yang mengatakan timnas U-21 terlalu Andik-Sentris, pasti penilaian itu bertolak belakang dengan penilaian pelatih (Widodo Cahyono Putro). Dan hal itu tidak akan berubah di dalam timnas melawan Bahrain," ujar Aji ketika dihubungi INILAH.COM, Selasa (14/2/2012).

"Sepakbola itu permainan kolektif tidak bisa mengandalkan satu pemain saja. Itu hal mendasar dalam sepakbola," lanjutnya.

Indonesia memasuki laga terakhir Grup E melawan Bahrain dengan status juru kunci dengan poin 0 hasil kalah dalam lima laga sebelumnya.
Skuad yang sebelumnya dipimpin oleh Wim Rijsbergen tersebut saat ini terpuruk di dasar klasemen kalah saat melawan Iran (3-0 dan 1-4), Qatar (2-3 dan 4-0), dan 0-2 saat bertemu Bahrain di Gelora Bung Karno.[yob]

Senin, Februari 13, 2012


Dalglish tuding media

Senin, 13 Februari 2012 12:54 WIB | 1096 Views
Kenny Dalglish. (FOTO.ANTARA/REUTERS / Kieran Doherty)
Saya kira anda terlalu berlebihan menghakimi dia (Suarez). Segala sesuatunya ditimpakan kepada Suarez
Berita Terkait
London (ANTARA News) - Manajer Liverpool Kenny Dalglish menuding media massa yang berperilaku terlalu berlebihan menyorot Luis Suarez berkaitan dengan aksi tidak terpuji dari pemain asal Uruguay itu terhadap pemain Manchester United Patrice Evra.

Liverpool dikalahkan Manchester United 1-2 dalam pertandingan Liga Utama Inggris pada Sabtu (11/2). "Battle of Britain" itu diwarnai dengan aksi penolakan Suarez terhadap uluran tangan Evra, sebagaimana dikutip dari laman SkySports.

Suarez dikenai skorsing larangan bertanding sebanyak delapan laga. Laga menghadapi Liverpool itu menjadi laga pertamanya setelah ia kena hukuman karena menolantarkan kata-kata berbau rasis kepada Evra yang berkebangsaan Prancis pada Oktober lalu.

Dalglish mengatakan, "Saya kira anda terlalu berlebihan menghakimi dia (Suarez). Segala sesuatunya ditimpakan kepada Suarez."

"King Kenny" - panggilan akrab Kenny Dalglish - mengatakan, "Saya kira pengaruh fans kedua tim sangat dominan. Mereka terlibat sedikit saling olok. Itu bukan soal."

Ia mengatakan, "Saya tidak tahu persis peristiwanya. Jika anda ingin tahu apa yang terjadi di sana, silakan tanya kepada mereka yang berada di dekat mereka. Ketika peristiwa itu terjadi, saya tidak berada di sana."

Dalglish masih berpendapat bahwa ia tidak yakin benar bahwa Suarez sampai menolak berjabat tangan dengan Evra. "Saya tidak pernah tahu bahwa ia menolak berjabat tangan. Saya tidak tahu karena saya tidak berada di sana, saya tidak pernah menyaksikannya," katanya.
(A024)

Pelatih persebaya: LPI harus wasit asing

Minggu, 12 Februari 2012 20:03 WIB | 1402 Views
Ilustrasi (FOTO ANTARA/Puspa Perwitasari)
PSSI jangan ragu menggunakan wasit asing. Meski tidak semua, tapi kehadiran wasit asing diharapkan mampu menjadi panutan bagi wasit lokal dan pemain,"
Berita Terkait
Surabaya (ANTARA News) - Pelatih Persebaya Surabaya Divaldo Alves meminta kepada PSSI agar laga-laga berikutnya dalam lanjutan kompetisi Liga Primer Indonesia (LPI) memakai wasit asing.

"Di sisa musim kompetisi ini, PSSI jangan ragu menggunakan wasit asing. Meski tidak semua, tapi kehadiran wasit asing diharapkan mampu menjadi panutan bagi wasit lokal dan pemain," ujarnya kepada wartawan  usai pertandingan Persebaya  lawan Persema Malang di Surabaya, Minggu sore.

Dalam pertandingan yang berakhir dengan skor  0-0 tersebut, Divaldo Alves mengaku geram dan kecewa terhadap keputusan-keputusan wasit Sulistyoko asal Jakarta. Ia menganggap timnya layak mendapat dua kali pinalti setelah dilanggar lawan di kotak terlarang.

"Feri Ariawan dua kali dilanggar, tapi wasit tidak bertindak malah hanya menonton saja. Wasit sepertinya takut bertanggung jawab atas pinalti," tukas pelatih Alves.

Pelatih asal Portugal tersebut juga mencurigai ada oknum-oknum yang tidak ingin Persebaya menang dalam pertandingan.

Dalam pertandingan Persebaya melawan Persema, keputusan wasit sempat memantik emosi Bonek Mania, julukan suporter Persebaya. Lemparan botol dari hampir semua sudut tribun melayang ke arah lapangan.

Bahkan pemain kedua tim terpancing emosinya. Gesekan-gesekan yang mengarah kepada pertengkaran mewarnai pertandingan yang disaksikan sekitar 25 ribu suporter itu. Pertandingan juga sempat terhenti tiga kali, masing-masing menit 55, 58, dan 60 karena kedua tim terlibat adu mulut.

Manajer Persema Malang Asmuri juga tak kalah geramnya. Lemparan-lemparan botol ke "banch" cadangan dan ofisial Persema dinilai akibat ketidaksiapan panitia pelaksana pertandingan dan tim keamanan.

"Sebenarnya pertandingan sangat enak ditonton, tapi keributan yang terjadi sedikit mengganggu. Syukurlah pertandingan bisa selesai sampai 90 menit dan tidak ada kendala. Hal ini tidak akan terjadi kalau panitia pelaksana lebih siap," tuturnya.
(KR-DYT)

Timnas Zambia juara Piala Afrika 2012

Senin, 13 Februari 2012 08:25 WIB | 2296 Views
Jakarta (ANTARA News) - Tim nasional (timnas) sepakbola Zambia mendapatkan gelar juara pertama kali pada Piala Afrika melalui babak dramatis adu penalti atas Pantai Gading.

Tim negeri yang berada di wilayah Afrika bagian selatan ini terakhir kalinya mencapai babak final pada tahun 1994. Itu hanya selang setahun setelah 18 orang anggota pemain tim nasional Zambia meninggal pada kecelakaan pesawat di Libreville, ibukota negara Gabon.

Tim yang berjuluk Chipolopolo atau Peluru-peluru Tembaga kembali ke Libreville dan mengakhiri perjalanan Piala Afrika 2012 dengan kemenangan yang luar biasa dalam sejarah persepakbolaan negara tersebut.

Sebuah drama tendangan adu penalti setelah selama 120 menit pertandingan penuh tekanan dengan bermain imbang tanpa gol.

Pertandingan final itu membuktikan cerita mengenai kegagalan tim nasional Pantai Gading dalam adu penalti, yang ingin mengembalikan Piala Afrika ke negaranya setelah 20 tahun lalu.

Kegagalan mengambil penalti itu dimulai dengan Didier Drogba yang gagal mengeksekusi penalti selama pertandingan reguler 90 menit, setelah tendangannya melayang di atas mistar gawang. Kemudian berlanjut dengan kegagalan Gervinho yang eksekusinya melenceng dari tiang gawang.

Tetapi kemenangan yang pantas diterima oleh tim Zambia yang tampil berani dan siap dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan yang ada.

Tim underdog memulai pertandingan dengan cemerlang, ketika hampir saja mendapatkan keunggulan di menit kedua. Sepakan rendah Nathan Sinkala dapat diselamatkan oleh kiper Pantai Gading. Boubacar Barry.

Zambia manajer, Herve Renard, dipaksa mengganti pemainnya pada menit ke-11, setelah pemain bertahan Joseph Musonda terlihat kesakitan dengan memegang kakinya ketika mencoba untuk melakukan hadangan.

Nyambe Mulenga masuk menggantikan Musonda, pergantian tersebut tidak mengganggu aliran serangan Zambia, dengan peluang Chisamba Lungu pada menit ke-13 yang menyundul bola dan melenceng sedikit di atas mistar.

Tekanan itu membuat pemain Pantai Gading meningkatkan permainan dan menghasilkan peluang, umpan menggunakan tumit belakang dari Drogba kepada Yaya Toure, tetapi pemain tengah dari klub Manchester City itu gagal mencapai target dari jarak 12 meter.

Pertandingan berlanjut dengan hanya urusan perebutan bola setelah pertandingan babak pertama selesai dengan kedua tim tidak mampu mempertahankan periode tekanan yang berkelanjutan.

Hanya terkadang ada momen yang cukup berkualitas, Gervinho mempersiapkan Drogba dengan menghasilkan peluang untuk menebus kegagalan Drogba dalam mengambil tendangan penalti ketika tim Pantai Gadung pada tahun 2006 kalah melawan Mesir.

Gervinho yang masuk ke area kotak penalti kemudian dihadang oleh dua orang pemain Zambia Ishak Chansa dan Mulenga, tetapi eksekusi penalti Drogba hanya melayang ke atas mistar gawang.

Tim Gajah, julukan timnas Pantai Gading, memiliki peluang lagi untuk memenangkan pertandingan di waktu normal, tetapi pemain pengganti Max Gradel yang memiliki kesempatan tetapi tendangannya melebar dari gawang.

Zambia juga memiliki peluang di akhir-akhir babak normal, dengan peluang dari Emmanuel Mayuka dari sisi yang sangat baik tetapi tendangannya berhasil dihadang dengan tackle yang bagus oleh Kolo Toure.

Zambia hanya memiliki satu kesempatan pada periode pertama babak perpanjangan waktu dan itu hampir saja menghasilkan gol. Felix Katongo meloloskan diri dari penjagaan di sisi sebelah kanan, dan mengirimkan umpan silang kepada Christopher Katongo, yang mengirimkan tendangan dari jarak dekat hampir saja masuk ke gawang, tetapi berhasil diselamatkan oleh Boubacar Barry dengan menggunakan kaki.

Pantai Gading memiliki dua peluang untuk memenangkan pertandingan pada babak perpanjangan waktu, tetapi usaha Didier Konan hanya melenceng, juga pada menit ke-117 tendangan Max Gradel hanya melambung.

Babak adu penalti terkunci pada kedudukan 7-7, setelah semua 14 penendang, sebelum tendangan Kolo Toure berhasil diselamatkan Kennedy Mweene.

Kemudian Reinford Kalaba menyia-nyiakan kesempatannya dengan menendang bola ke atas mistar. Tetapi kemudian Gervinho gagal mengeksekusi penalti dan dan drama adu penalti diselesaikan dengan tendangan Sunzu yang masuk.

Timnas U-21 Gelar Dua Uji Coba



JAKARTA. Kekalahan Timnas U-21 dari tangan Hyundai Mipo Dolphin langsung dievaluasi pelatih Widodo Cahyono Putro. Untuk semakin mematangkan timnya, para penggawa Garuda Muda akan menjalani pemusatan latihan di JogJakarta mulai hari ini sampai 21 Februari mendatang.
"Kami ingin dapat suasana yang berbeda. Kami akan menggembleng mereka disana dan melakoni  uji coba lagi," kata pelatih asal Gresik itu, kemarin (12/2).
Menurut penilaian Widodo, permainan Andik Vermansyah dkk memang sudah menunjukkan progress yang bagus. Pengalaman bertanding mereka saat ini semakin bertambah dan mendapat ilmu baru saat menghadapi lawan yang secara kualitas berada di atas mereka.
Nah, waktu sekitar 10 hari sebelum berangkat ke ajang Piala Sultan Hassanal Bolkiah di Brunei Darussalam akan dimaksimalkan untuk menutupi kekurangan para pemain. "Anak-anak masih kurang dalam ball possession ketika mendapatkan pressing. Ini akan kami perbaiki dalam beberapa hari ke depan," tuturnya.
Karena itu, timnas U-21 akan menjalani dua kali laga uji coba tambahan. Tujuannya, agar kerja sama dan efektifitas menjalankan strategi dari pelatih bisa semakin terasah. Selain itu, timnas juga akan semakin terbiasa dengan atmosfir pertandingan karena saat melakoni uji coba selama ini, mereka jarang ditonton oleh suporter yang banyak.
Persiba Bantul akan menjadi lawan uji coba pertama selama di Jogja. Rencananya, pertandingan bakal di gelar di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada 15 Februari. Selanjutnya, tim Garuda Muda akan melawan tim Universitas Negeri Jogjakarta (UNY) pada 18 Februari di tempat yang sama.
Melihat kualitas dua lawan yang akan dihadapi, tentu ada perbedaan kualitas antara keduanya. Persiba adalah tim profesional dan kontestan Indonesia Premier League (IPL), sedangkan tim UNY hanya tim kampus.
Menurut Widodo, dirinya sengaja memilih lawan dengan dua kualitas berbeda agar ada tekanan yang berbeda. Melawan Persiba, dirinya ingin melihat timnas kembali menghadapi tekanan dari tim yang sekarang menghuni peringkat ketiga klasemen sementara IPL. Sementara melawan tim lemah akan memberikan suntikan semangat lagi dengan torehan kemenangan yang harus didapat.
"Kami memang memilih demikian. Satu uji coba dengan tim yang kuat, satunya lagi tim lemah untuk mengangkat mental pemain," terangnya.
Di sisi lain, Timnas U-21 akhirnya mendapatkan manajer baru. Penanggung Jawab timnas Bernhard Limbong telah mengumumkan nama Azrul Azwar sebagai manajer yang akan mendampingi timnas menuju ajang piala Hassanal Bolkiah.
Dengan bergabungnya manajer baru itu, Limbong berharap komposisi ofisial timnas U-21 yang lengkap dengan kehadiran Azrul akan meningkatkan kinerja timnas U-21. Dia ingin persiapan timnas U-21 yang diproyeksikan untuk tampil di SEA Games 2013 juga bisa semakin matang.
"Kehadiran Azrul diharapkan mampu membuat timnas U-21 bertambah baik, untuk proyeksi panjang tim ini ke depan," ujarnya.
Azrul sendiri dianggap layak oleh PSSI karena memang sebelumnya pernah mengurusi klub Medan Jaya. Dengan posisinya sebagai salah satu anggota DPR RI, Azrul diharapkan mampu mewujudkan target timnas U-21. (aam/jpnn/nin)
Scholes Masih Pantas Perkuat Timnas Inggris
"Jika ia berada di tim Anda. Ia pasti akan bermain bagus."
Senin, 13 Februari 2012, 13:54 WIB
Muhammad Hasits, Nadia Hutami

Paul Scholes (REUTERS/Darren Staples)
VIVAbola -  Meski belum pasti menjadi manajer tim nasional Inggris, Harry Redknapp sudah membuat rencana jika ia nantinya terpilih menggantikan Fabio Capello. Redknapp menginginkan gelandang senior Manchester United Paul Scholes untuk kembali membela timnas Inggris agar bisa berlaga di Euro 2012.

Scholes yang kembali dari masa pensiunnya bersama MU itu sebenarnya sudah menyatakan pensiun dari timnas usai Euro 2004.  Menurut Redknapp, Scholes bisa memberikan perubahan di timnas Inggris seperti layaknya gelandang Barcelona dan Spanyol Xavi dan Andres Iniesta. Berkat mereka berdua, Spanyol berhasil meraih gelar juara Euro 2008 dan juga Piala Dunia 2010.

"Lihatlah Paul Scholes, mari kita jujur. Anda pasti senang jika Scholes bergabung dengan skuad Inggris di Euro 2012 nanti. Jika ia berada di tim Anda. Ia pasti akan bermain bagus," ujar Redknapp seperti dikutip Mirror Football.

Selain mendukung Scholes untuk kembali, Redknapp juga mendukung gelandang Chelsea Frank Lampard yang tidak lain adalah keponakannya. Ia menilai, Lampard masih memberikan kontribusi besar kepada Inggris.

"Frank Lampard masih pemain kelas dunia, jangan pernah mencoretnya. Menurut saya, dia masih yang terbaik," tutur Redknapp.

Redknapp juga berbicara mengenai siapa yang pantas menjabat ban kapten Inggris setelah Asosiasi Sepakbola Inggris atau FA mencopot jabatan kapten dari tangan John Terry. Menurut dia, Scott Parker dan Steven Gerrard yang paling pantas memimpin timnas Inggris di Euro 2012.
Mantan manajer Portsmouth itu menilai, kedua pemain itu merupakan gelandang terbaik yang dimiliki Inggris saat ini. Karena itu, keduanya berhak menyandang ban kapten Inggris.

Manajer yang  merupakan ayah dari Jamie Redknapp itu juga mengkritik performa Inggris di Piala Dunia 2010 lalu. Menurutnya, Inggris bermain di bawah rata-rata. Ia juga menilai Inggris, di bawah asuhan Capello membuang kesempatan untuk menjadi juara.

"Saya rasa Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan adalah peluang terbaik Inggris untuk menjadi juara sejak tahun 1966. Ini adalah pendapat saya.  Saya merasa sebenarnya kami bisa  memenangi pertandingan.
Skuad Inggris sangat fantastis. Tapi performa Inggris sangat mengecewakan saya," tutur Redknapp yang sepertinya sudah memberikan sinyal kepada Asosiasi Sepakbola Inggris (FA) untuk menggantikan Capello.
Fans Keberatan
Sementara itu, pada lanjutan Premier League melawan Newcastle di White Hart Lane  Minggu, 12 Februari 2012, pendukung The Lilywhites menyatakan dukungan mereka kepada Redknapp agar tidak keluar dari Spurs. Mereka bahkan menyanyikan lagu 'we don't want you to go' (kami tidak ingin Anda pergi) sepanjang pertandingan.
Wajar saja jika mereka tidak ingin Redknapp pergi. Di musim ini, berkat tangan dinginnya, Spurs berada di posisi ketiga klasemen sementara Premier League dengan perolehan 53 poin dari 25 pertandingan. (ren)
• VIVAbola
Klub Mn Mg Sk K Nilai
Man. City 25 19 3 3 60
Man. United 25 18 4 3 58
Tottenham 25 16 5 4 53
Arsenal 25 13 4 8 43
Chelsea 25 12 7 6 43
Newcastle 25 12 6 7 42
Liverpool 25 10 9 6 39
Norwich 25 9 8 8 35
Sunderland 25 9 6 10 33
Everton 25 9 6 10 33
Pelatih Zambia Tandingi Julukan Mourinho
Namun semua prediksi dapat dibalikkan Zambia.
soccertainment
Harper Seven Beckham Mulai Bisa Bergaya
Harper yang baru berusia 7 bulan itu langsung bereaksi genit di depan kamera.
LIGA LAIN
PROFIL+index
Di Balik Kehebatan Steven GerrardDi Balik Kehebatan Steven Gerrard
Steven Gerrard mengakui bahwa kehebatannya dalam mengolah bola hingga sekarang ini tidak terlepas dari peran sahabatnya, Dietmar Hamman.
INTERVIEW+index
Pazzini: Aku Menderita karena Kegagalan iniPazzini: Aku Menderita karena Kegagalan ini
Striker Inter Milan, Giampaolo Pazzini, mengaku sangat kecewa gagal mengeksekusi penalti dengan baik ketika timnya kalah 0-1 dari Udinese.
SOCCERNEKDOT+index
Suporter Borgol Diri, Pertandingan TerhentiSuporter Borgol Diri, Pertandingan Terhenti
Seorang suporter masuk lapangan dan memborgol dirinya dengan tiang gawang saat Everton menjamu Manchester City, dan pertandingan sempat terhenti.